Dewasa Yang Ku Impikan

Dewasa Yang Ku Impikan

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 4, 2026
Kala itu dunia seakan tak pernah sekalipun berada di pihak Azalea, entahlah seringkali Azalea berfikir bagaimana cara dunia ini berputar dan melihat lelah yang berusaha ia sembunyikan dan tutup rapat² agar tak seorang pun tau bahwa ia benar² jatuh. Tak penah kah dunia melihat gadis kecil ini sedang gemetar karna menahan semua beban di pundaknya sendiri... "Tak pantas kah aku mendapatkan kebahagiaan walau hanya setetes embun pagi...? " Gumam Azalea memandang langit yang membentang luas.
All Rights Reserved
#406
real
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines