Setelah menikah dengan seorang Janelle Claire Dervaine, perempuan yang didambakan banyak orang, Cassie pikir ia setidaknya akan merasakan pernikahan yang manis bak film-film romantis. Nyatanya hidupnya lebih pahit dan menyedihkan. Tujuh tahun masa pernikahan, ia harus mengorbankan diri mematuhi seorang Jane yang hidupnya selalu didasarkan pada keteraturan. Mengorbankan buah hati yang seharusnya terlahir demi motif egois berupa menjaga harmoni keluarga. Sampai ia berakhir mati. Semuanya demi dan karena Jane, semata. Orang yang sampai ia menutup matapun tidak pernah sekalipun peduli. Menghadapi kehidupan yang terulang kembali, Cassie memutuskan untuk menjauhi sumber dari segala rasa kecewa dan keputusasaannya dalam menjalani hidup. Tetapi ternyata semua itu tak semudah diucap dimulut. Lantaran Jane tiba-tiba berubah. Bisakah Cassie tetap mempertahankan prinsipnya, menjauhi Jane? Simak ceritanya. ... WARNING! - Cerita mengandung unsur LGBT/GXG - Hanya Fanfic! - Alur lambat/Slow burn - 18+ (this story contains high-tension conflicts, toxic arguments, psychological stress, and dark themes that may be triggering or uncomfortable for some readers. Please read with caution and wisdom.)
More details