Between Enemies

Between Enemies

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Judul dulu: When The Villain was still Innocent Judul baru: Between Enemies Update Setiap 3 kali seminggu "Kita berdiri di sisi yang berlawanan, Wen." "Aku tau." "Dan kamu tetap bertahan?" "...." Kael kehilangan segalanya pada hari ketika dunia memutuskan ia bersalah. Sebuah tragedi menghapus hidup lamanya, dan sistem yang seharusnya mencari kebenaran justru memilih jalan paling mudah. Menunjuk satu orang untuk disalahkan. Bukti disusun ulang, suara Kael dipadamkan, dan namanya perlahan berubah menjadi simbol kejahatan. Arwen adalah satu-satunya yang melihat celah dalam kebohongan itu. Saat penyelidikannya semakin dalam, jarak antara kebenaran dan kehancuran semakin tipis, dan kedekatannya dengan Kael berubah menjadi risiko yang tak bisa ditarik kembali. Di dunia yang membutuhkan penjahat agar tetap tenang, memilih kebenaran berarti siap menjadi musuh-dan cinta hanya membuat segalanya semakin berat.
All Rights Reserved
#117
zhanglinghe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines