Dibalik Hujan Kami Masih Bertujuh
Tujuh bersaudara, tujuh warna dalam satu rumah yang penuh tawa dan cerita.
Mereka mungkin sering bertengkar karena hal sepele rebutan makanan, saling ejek dan banyak lagi.Tapi pada akhirnya, mereka selalu duduk di meja makan yang sama, berbagi canda di tengah hangatnya aroma masakan.
Di balik setiap hujan yang turun, selalu ada tangan yang menggenggam, bahu yang menenangkan, dan pelukan yang menguatkan.
Karena bagi mereka, rumah bukan sekadar tempat berteduh-melainkan tempat di mana hati saling memahami, dan kasih tak pernah berkurang.
"Kami mungkin berbeda, tapi kami selalu kembali. Karena di balik hujan, kami masih bertujuh."