Masuk ke Diratama International School adalah awal baru bagi Aurora Jovalina Cassandra-atau setidaknya, itu yang ia harapkan. Datang sebagai siswi baru di hari pertama MPLS, Aurora harus berhadapan dengan rasa canggung, tatapan asing, dan kesunyian karena belum memiliki satu pun teman.
Sampai sebuah tabrakan kecil mempertemukannya dengan Nitallyn Beverly Abriella. Dari kejadian sederhana dan canggung itu, Aurora mulai menemukan arti pertemanan. Kehadiran Nebula Amora Caramianma pun melengkapi lingkar kecil mereka. Perlahan, Aurora tak lagi sendirian. Circle terbentuk, tawa tercipta, dan SMA mulai terasa lebih ramah.
Namun, tak semua pertemuan berakhir manis.
Sebuah insiden lain justru mempertemukannya dengan Karel Ivander Aswangga-cowok tengil yang selalu merasa benar. Perdebatan kecil berubah menjadi adu sindir, dan setiap pertemuan mereka selalu berakhir dengan kekesalan. Bagi Aurora, Karel adalah sumber masalah. Bagi Karel, Aurora adalah gadis aneh yang sulit ditebak.
Sayangnya, takdir seolah menikmati kekacauan itu.
Mereka satu kelas.
Sering bertemu.
Bahkan pernah duduk di satu meja yang sama.
Di antara hari-hari sekolah, candaan teman-teman, dan pertengkaran yang tak pernah benar-benar serius, kebencian itu mulai kehilangan maknanya. Karena mungkin, perasaan tidak selalu datang dengan cara yang indah-kadang ia hadir lewat kesal, gengsi, dan pertemuan yang terlalu sering.
Sebuah cerita tentang pertemanan, pertumbuhan, dan perasaan yang berubah arah.
Karena di masa SMA, bahkan kebencian pun bisa menemukan jalannya sendiri... menuju sesuatu yang lebih hangat.
All Rights Reserved