Ayutthaya tidak menyambut siapa pun.
Kota itu hanya berdiri-dengan sungai yang mengalir seperti ingatan lama dan tembok yang menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang ingin diakui. Pagi itu, kabut menggantung rendah, dan kehidupan berjalan seperti biasa: perahu lewat, lonceng kuil berbunyi, langkah-langkah kecil berbaur tanpa tujuan besar.
Di tengah keramaian itu, dua perempuan terbangun dalam tubuh yang bukan milik mereka.
Suriya membuka mata lebih dulu, disusul rasa asing yang menempel di kulitnya. Tangannya bergerak, yakin, seolah telah menghafal dunia ini jauh sebelum ia memahaminya. Di kejauhan, Anong berdiri terdiam, napasnya tertahan-bukan karena takut, melainkan karena perasaan aneh bahwa tempat ini... mengenalnya.
Mereka tidak menjerit. Tidak bertanya.
Beberapa hal terlalu nyata untuk disangkal.
Belakangan, mereka akan mengerti bahwa kedatangan ini bukan kebetulan. Bahwa ada jejak yang belum selesai, keputusan lama yang kembali mencari tubuh baru. Namun pagi itu, Ayutthaya hanya mencatat satu hal: dua nama baru memasuki ritme kota-tanpa janji, tanpa perlindungan, dan tanpa hak untuk mengubah apa pun.
Kecuali cara mereka bertahan.
- 🌒✨
Todos los derechos reservados