Love, At the Bakery

Love, At the Bakery

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
Gladis Amara menghabiskan hari-harinya di sebuah toko roti kecil, melayani pelanggan, merapikan etalase, dan pulang dengan lelah yang sama setiap malam. Hidupnya berjalan sederhana-sampai seorang laki-laki mulai sering datang dan duduk di dekat jendela, selalu memesan hal yang sama, selalu memperhatikan tanpa banyak bicara. Jordan Evano Dalton tidak berniat jatuh cinta. Ia hanya singgah. Hanya lewat. Namun ada hal tentang gadis di balik kasir itu yang perlahan menetap. Di sisi lain, ada Hanan-yang sudah lama ada di sana. Terlalu lama untuk sekadar disebut teman, tapi tak pernah cukup berani untuk melangkah lebih jauh. Di sebuah toko roti dengan lampu hangat dan pintu yang terus terbuka untuk orang-orang baru, tiga perasaan tumbuh dengan caranya masing-masing. Pelan. Diam. Dan tidak selalu pada waktu yang tepat. Karena tidak semua cinta datang untuk dipilih. Dan tidak semua yang menunggu akan dimenangkan.
All Rights Reserved
#14
jenogiselle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines