Almost As One

Almost As One

  • WpView
    Reads 657
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
JANGAN LUPA VOTE DAN FOLLOW🧚🏻‍♀️ 𝖩𝖾𝗋𝗋𝖺𝗇𝖺 𝖪𝗂𝗆 𝗌𝗂𝗌𝗐𝗂 𝗄𝖾𝗅𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖺𝗅𝗎 𝗌𝗂𝖻𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖾𝗃𝖺𝗋 𝗆𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖾𝗉𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗇 𝖪a𝗋𝗋𝖺𝗇𝖺 𝖪𝗂m 𝗄𝖺𝗄𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗇 𝗃𝖾𝗇𝗂𝗎𝗌, 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗄𝖾 𝗌𝖾𝗄𝗈𝗅𝖺𝗁 𝖾𝗅𝗂𝗍𝖾 𝖧𝖺𝗇𝖾𝗎𝗅 𝖯𝗋𝖾𝗌𝗍𝗂𝗀𝖾 𝖧𝗂𝗀𝗁 𝖲𝖼𝗁𝗈𝗈𝗅 𝗅𝖾𝗐𝖺𝗍 𝖻𝖾𝖺𝗌𝗂𝗌𝗐𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇. C𝗂𝗇𝗍𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗆𝗉𝗂𝗋 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝖽𝖺𝗉𝗂 𝗉𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗇 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗃𝖺𝗆. 𝖪𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗄𝗂𝗌𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗄𝗁𝗂𝗋 𝖻𝖺𝗁𝖺𝗀𝗂𝖺. 𝖡𝖾𝖻𝖾𝗋𝖺𝗉𝖺 hanya... h𝖺𝗆𝗉𝗂𝗋. 𝖠𝗅𝗆𝗈𝗌𝗍 𝖺𝗌 𝗈𝗇𝖾, 𝖻𝗎𝗍 𝗇𝖾𝗏𝖾𝗋 𝗆𝖾𝖺𝗇𝗍 𝗍𝗈 𝗅𝖺𝗌𝗍.
All Rights Reserved
#441
jin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines