I LOVED YOU

I LOVED YOU

  • WpView
    Reads 5,894
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadComplete Sat, May 9, 2026
Seberapa jauh jarak antara "sahabat" dan "selamanya"? Bagi Ananta dan Biru, Yogyakarta adalah saksi awal kedekatan mereka, sementara London menjadi pelarian sekaligus tempat impian mereka dirajut bersama. Sebagai model sukses dan arsitek berbakat, keduanya hampir tak pernah terpisahkan. Namun, di balik tawa dan dukungan yang selalu ada, Ananta menyimpan rahasia besar: ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Kepulangan mereka ke Yogyakarta membawa babak baru. Kehadiran Irene, sahabat masa kecil Ananta, serta proyek cafe impian, perlahan mulai menguji batasan hubungan mereka. Di saat Ananta memilih untuk memendam rasanya karena takut kehilangan, sebuah pengakuan tak terduga justru meluncur dari bibir Biru. Namun, cinta tidak sesederhana kata setuju. Ada luka lama, ketidakpastian status, dan ketakutan akan kehilangan sosok "sahabat" jika mereka gagal sebagai "pasangan". Akankah Ananta berani melangkah dari zona aman demi memiliki Biru sepenuhnya? Ataukah ia akan tetap membiarkan perasaannya membeku demi menjaga agar Biru tetap ada di sisinya? "Karena terkadang, rasa takut kehilangan seseorang jauh lebih besar daripada keinginan untuk memilikinya."
All Rights Reserved
#185
karier
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kena---nga: Mbalung Janur
  • Filling Harmony
  • Konklusi Harutanyu
  • House Made Home
  • Ruin Of Spin
  • Kena---nga✓ (Telah Terbit)
  • Six of Cups [End]
  • LINGSIR WENGI (CINTA YANG MELINGSIR)
  • Oops, I Married My Buddy
  • Badai Yang Tak Kunjung Berlalu

Tisari mengira setelah menemukan rumah, yang tersisa hanyalah tinggal di dalamnya dengan tenang. Ternyata tidak sesederhana itu. Abyasa Satria Kusumawardana bukan hanya pangeran Keraton Mandalawangi. Dan dirinya---yang rumah pertamanya runtuh oleh gempa, rumah keduanya hancur oleh perceraian---kini berdiri di sisinya. Di tengah bisikan tajam kerabat yang meragukan, bayang-bayang segala hal, serta beban menjadi perempuan di posisi yang begitu tinggi, Tisari tahu satu hal: membentangkan daun, menegakkan fondasi, dan melanjutkan apa yang telah dimulai. Karena rumah bukan tentang diterima. Rumah adalah tentang membangun---bahkan saat badai datang lebih cepat dari yang dikira. "Di keraton, diam bisa berarti hormat. Atau bisa berarti kalah. Aku memilih yang pertama." ---Kenanga Luhtitisari Kusumawardana. #6 Mandalawangi Universe

More details
WpActionLinkContent Guidelines