Goodbye, Hello? [TAMAT]

Goodbye, Hello? [TAMAT]

  • WpView
    Membaca 333,604
  • WpVote
    Vote 26,217
  • WpPart
    Bab 47
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 11, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Cinta Pertama
Kesempatan Kedua
Erotika
Ibram Agasatya punya julukan yang menyebalkan, 'tukang gamon' alias gagal move on. Sejak SMA ia tak lagi menjalin hubungan dengan perempuan manapun setelah Brigita Kirani. Perempuan yang pernah membuatnya jatuh, bangkit, lalu hancur dengan cara paling sunyi. Pergi tanpa penjelasan. Bagi Gita, Ibram adalah mimpi indah di tengah hidup yang terlalu keras untuk ia jalani. Tapi mimpi tak bisa selamanya dipertahankan. Saat kenyataan menuntut, Gita terpaksa bangun. Meninggalkan Ibram. Meninggalkan cinta yang tak sempat ia jelaskan. Sepuluh tahun berlalu, dan entah bagaimana waktu selalu punya cara untuk membuat mereka kembali bertemu. Tentang Ibram yang masih menyimpan rasa, dan Gita yang membawa rahasia masa lalu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Lines We Write
  • Lost Spark
  • Misi Ganti Status
  • Falling for You
  • The Last Yes!
  • In Plain Sight (Selesai)
  • Chasing Maybe [END]
  • Six of Cups [End]
  • Private
  • Not Your Type (Selesai)

[Mengandung muatan yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur. Baca part Moodboard dan Catatan terlebih dahulu!] Baskara Kamandaka Wibisono, calon presiden termuda sepanjang sejarah modern republik, terancam kehilangan suara. Perdebatan sengit dengan ketua tim kemenangannya hanya meninggalkannya dengan dua pilihan: menerima kehadiran Kiara, orang yang akan menjadi otak di balik pidato-pidatonya, atau kehilangan kariernya. Di sisi lain, Kiara harus mengambil satu keputusan besar: melanggar sumpahnya dengan menerima tawaran menjadi dalang di balik suara yang membuat Baskara terdengar lebih manusia, atau mempertahankan idealismenya dan kehilangan dunianya. Masalahnya, bagi Kiara Pramidita, keberadaan Baskara Kamandaka Wibisono di kancah politik nasional sendiri adalah sebuah kutukan. Pria itu adalah simbol dari betapa kotor dan menyedihkannya politik negerinya, sekaligus arsitek di balik hancur dunianya lima tahun yang lalu. Kehancuran yang membuatnya bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di dunia politik lagi. Ketika keduanya harus bekerja sama, mampukah mereka saling percaya untuk memenangkan negara, tanpa melangkahi garis tipis yang memisahkan rasa? *** DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat, kejadian, atau karakter hanya sebuah kebetulan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan