A HOUSE BUILT IN SILENCE

A HOUSE BUILT IN SILENCE

  • WpView
    Reads 2,639
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
Kata aku mah jangan dibaca tauu😭 nanti buang-buang waktu😭😭🙏 Ini cuma cerita ga jelas yang pernah lintas di imajinasi aku😭😭😭😭😭🙏 ------------- ⚠️ Cerita ini merupakan sebuah karya fiksi semata. Nama tokoh, tempat, dan kejadian merupakan hasil imajinasi penulis. Jika terdapat kesamaan dalam kehidupan nyata, itu hanya kebetulan yang tidak disengaja. ⚠️Cerita ini mengandung tema dewasa, konflik keluarga, dan sensitivitas emosi. Bila ada yang tidak nyaman dengan cerita ini, harap membaca dengan bijak. ⚠️Harap tidak menyalin, mengambil alih, atau menyebarluaskan cerita tanpa izin penulis. Terima kasih teman-teman yang bijaksana. Salam hangat, Zahra Nurul Hikmah
All Rights Reserved
#4
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The One He Saw
  • Petaka Bridesmaid
  • Stay With Me, Dayana
  • Game of Freedom [Dibuat Ulang]
  • PARANOID (END)
  • OUT OF CONTROL
  • HIS JEWEL
  • Something About You
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • Dulce

Selama Vania Kamalia bisa mengingat, hidupnya selalu berada di bayang-bayang sahabatnya, Steffi Adeline. Vania sudah terbiasa; dia adalah si "manis" yang jadi pendengar setia, si "perantara" handal, dan si wingwoman abadi untuk Steffi yang cantik dan selalu jadi pusat perhatian. Vania menikmati perannya di balik layar, sampai Bara datang. Bara Damian Meijer adalah gebetan terbaru Steffi, dan mungkin yang paling serius. Tampan, karismatik, dan satu-satunya pria yang membuat Steffi terlihat benar-benar jatuh cinta. Seperti biasa, Vania ada di sana untuk mendukung sahabatnya. Tapi ada satu masalah: Bara tidak menatap Steffi. Di sebuah kencan yang canggung, Vania sadar bahwa tatapan intens Bara justru terkunci padanya. Tiba-tiba, Vania-si bayang-bayang-didorong ke bawah sorot lampu yang tidak pernah ia inginkan. Situasi ini bukan lagi sekadar cinta segitiga biasa. Pengejaran Bara yang "ugal-ugalan" memaksa Vania masuk ke dalam pilihan sulit yang membangkitkan trauma masa lalu yang berusaha keras ia kubur. Ketika satu-satunya pria yang akhirnya melihatnya adalah pria yang paling terlarang, Vania harus memutuskan: Apakah ia akan tetap setia pada perannya sebagai sahabat, atau akankah ia menghadapi iblis dari masa lalunya demi kebahagiaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines