"Jangan tanya nama, jangan tanya kelas, dan jangan lihat wajah secara jelas."
Itu adalah satu-satunya aturan yang kami sepakati. Di atas atap gedung sekolah lantai tujuh, kami adalah dua orang asing yang sama-sama hancur, saling berbagi luka tanpa perlu merasa dihakimi. Aku tidak tahu siapa dia, dan dia tidak perlu tahu siapa aku.
Kami berjanji untuk bertemu setiap pukul lima sore. Tapi, bagaimana jika suatu sore pintu itu terkunci selamanya? Dan bagaimana jika aku terlambat menyadari bahwa dia adalah alasan satu-satunya aku masih ingin bernapas?
Tüm hakları saklıdır