What We Never Finished

What We Never Finished

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
Radit menjalani hidup yang tampak baik-baik saja. Bandung, semester tiga, hari-hari yang berjalan dalam pola yang rapi dan dapat ditebak. Ia belajar percaya bahwa beberapa hal cukup dibiarkan diam tanpa perlu diberi nama, tanpa perlu diingat terlalu jauh. Ia tidak pernah membicarakan masa lalu. Bukan karena lupa, melainkan karena ada hal-hal yang lebih aman disimpan sebagai jarak. Sampai suatu sore, di sebuah kafe yang nyaris kosong, seseorang menghampirinya tanpa perkenalan. Kehadirannya sederhana, nyaris biasa namun cukup untuk membuat ruang terasa berubah. Ada wajah yang dikenali, tapi tidak sepenuhnya asing. Ada suara yang terdengar familiar, namun membawa beban yang tak bisa segera diterjemahkan. Radit tahu satu hal pertemuan itu seharusnya tidak terjadi. Bandung mendadak kehilangan sifat ramahnya. Kota ini menyimpan terlalu banyak sudut untuk bersembunyi, dan terlalu sedikit ruang untuk benar-benar menghindar. Seseorang dari masa lalu kembali muncul bukan sebagai jawaban, melainkan sebagai pertanyaan yang tertunda. Apa yang sebenarnya belum selesai? Dan mengapa kehadiran itu terasa seperti pengingat, bukan kebetulan? Karena tidak semua yang kembali datang untuk menetap. Sebagian hanya singgah cukup lama untuk mengaduk sesuatu yang selama ini disangka telah tenang. Lo masih inget gue?" "Masalahnya bukan inget atau enggak, Kel. Tapi kenapa lo ada di sini." "Kalau gue bilang gue nyesel?" "Terlambat itu bukan soal waktu," katanya pelan. "Tapi soal siapa yang udah keburu pergi." CERITA INI SEASON 2 DARI THINGS WE NEVER PLANNED JADI BUAT KALIAN YANG BELUM BACA CERITA SEBELUMNYA BOLEH DIBACA
All Rights Reserved
#30
wattpadbl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Princess Alden
  • πŒπ€π’ πƒπ‡π€ππˆ & πƒπ„πŠ 𝐓𝐀𝐑𝐀-[𝐎𝐍-π†πŽπˆππ†]
  • my husband?
  • Mauvais garΓ§on
  • Merebut selingkuhan pacar
  • raka milik mas  Davin~
  • MY WORLD SEASON 2
  • π€ππ€πŠ πŠπˆπ“π€-[𝐎𝐍-π†πŽπˆππ†]
  • DUDA MANIS [BL]
  • 2 pria matang

Kenalin, ini Alden. Mahasiswa kedokteran gigi yang mukanya bening kayak ubin masjid baru dipel, wangi White Jasmine-nya bisa kecium dari radius sepuluh meter, dan polosnya bikin orang gemes pengen nyubit ginjalnya. Di tengah kerasnya kehidupan Jakarta, Alden itu anomali; cowok Betawi yang halus, soft spoken, dan hobi ngerengek soal kaos kaki ilang atau kulit kering. Dia kayak kembang melati yang tumbuh subur di tengah tumpukan besi tua, selalu jadi pusat perhatian-dan perlindungan-tanpa dia sadari. Di garda terdepan pelindungnya, ada Bang Jaya. Kakak kandung Alden yang tingginya 191 cm, badannya segede lemari dua pintu, dan kerjanya mainan oli di bengkel motor custom. Jaya ini mulutnya pedes, hobi utamanya ngerjain Alden sampe adiknya itu manyun lima senti, tapi jangan coba-coba nyolek Alden kalau nggak mau diketok pake kunci inggris. Bagi Jaya, Alden itu aset berharga peninggalan orang tua yang harus dijaga 24 jam, makanya dia rela kerja keras bagai kuda biar adiknya tetep glowing dan nggak ngerasain debu jalanan. Terakhir, ada Zaki. Tetangga sebelah sekaligus sohib kentel Jaya dari orok. Badannya sebelas dua belas sama Jaya, atletis, gagah, dan idaman cewek-cewek sekomplek. Tapi apesnya, hati Zaki udah kepentok sama pesona polosnya Alden. Terjebak dalam zona "Abang-adekan", Zaki cuma bisa nelen ludah dan nahan serangan jantung tiap hari. Di luar dia keliatan cool dan sangar, tapi di dalem, dia cuma cowok bucin yang rela jadi supir pribadi, tukang ojek dadakan, sampe temen naik bianglala demi liat senyum Alden, sambil diem-diem berharap suatu hari panggilannya berubah dari "Bang" jadi "Sayang".

More details
WpActionLinkContent Guidelines