17 parts Ongoing Pernikahan adalah ikatan suci.Namun bagi Gisna dan Hanan, ia hanyalah sebuah transaksi. Dijodohkan demi reputasi, jabatan, dan ambisi keluarga, mereka dipaksa mengucapkan janji suci sambil melepaskan cinta yang masih hidup di hati masing-masing. Tidak ada cinta, tidak ada harapan hanya kesepakatan dingin yang mengikat dua orang asing dalam satu rumah.
Di hadapan dunia, mereka adalah pasangan sempurna. Harmonis, serasi, dan tak bercela. Namun ketika pintu rumah tertutup, yang tersisa hanyalah diam, jarak, dan luka yang tak pernah diucapkan. Gisna dan Hanan sepakat memainkan peran sebagai suami istri yang bahagia tanpa melibatkan perasaan. Tapi seiring waktu, kebohongan itu mulai terasa terlalu nyata. Batas yang mereka ciptakan perlahan runtuh, mengaburkan garis antara kewajiban dan keinginan.
Akankah mereka tetap bertahan dalam pernikahan tanpa cinta demi tujuan yang tak lagi berarti? Ataukah perpisahan justru menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan hati mereka sendiri?
"Kamu hanya menginginkan anak ini!"
"Gis, awalnya aku bertahan karena anak itu. Tapi sekarang aku bertahan karena kamu. Tolong--kembali."
"Kalau sekiranya kamu capek," katanya lirih, namun tegas, "dan dirasa pernikahan ini nggak sehat buat dilanjutin kita cerai aja, Mas."
"Dan kamu balik ke pacarmu itu? Nggak semudah itu, Gisna," lanjutnya, napasnya berat. "Pernikahan itu sakral. Dan Allah benci perceraian."
"Allah juga benci kebohongan, Mas," katanya pelan. "Jadi apa bedanya?"