"Beberapa rahasia tidak seharusnya digali, dan beberapa takdir tidak seharusnya dibaca."
Bagi Thalassa Aethelinda, dunia mendadak runtuh menjadi labirin yang miring dan mual. Vertigo hebat menghantamnya, membuat gravitasi tak lagi memihak, kecuali saat ia menyentuh kulit Arkananta. Di tengah ekspedisi metalurgi di hutan terlarang, Arkan adalah satu-satunya poros yang membuatnya tetap berdiri tegak.
Namun, kedekatan itu adalah jebakan maut.
Hanya Lassa sang "Thala" yang mampu melihat pesan emas yang berdenyut di punggung Arkan. Melalui simbol misterius yang dianggap teman-temannya sebagai tato biasa, Lassa membaca sebuah peringatan: Arkan sedang bertransformasi menjadi sesuatu yang melampaui manusia.
Arkan bukanlah penjahat, namun ia adalah pedang bermata dua.
Saat portal mulai terbuka, Lassa harus memilih: membiarkan Arkan memenuhi takdirnya yang mengerikan, atau mengkhianati sang pemimpin demi menyelamatkan sisa kemanusiaan yang ada.
"Ih, bego banget sih," gumam Sera waktu itu sambil menutup bukunya dengan kasar.
Ia ingat betul.
Ia berkata seperti itu.
Karena kesal.
Dan entah bagaimana--
Entah bagian mana yang salah--
Ia malah tersedot masuk ke buku ini.
Masuk kedalam dunia novel yang ia umpat.
Masuk ke tubuh karakter figuran yang ia cela.
Cover from Pinterest