CAMPUS ft Hanyuseo

CAMPUS ft Hanyuseo

  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 4, 2026
Yurie menjalani hidup yang biasa-biasa saja sebagai mahasiswi sastra. Pagi yang ribut, kelas yang kadang membosankan, obrolan kecil bersama circle-nya, dan hari-hari kampus yang berjalan tanpa kejutan. Ia lebih akrab dengan buku dibanding keramaian, lebih nyaman mendengar daripada jadi pusat perhatian. Dunia Yurie sederhana-kelas sastra, kantin, tugas, dan pulang sore dengan kepala penuh kata-kata yang belum sempat ditulis. Di antara lorong kampus, tawa teman-temannya, dan malam-malam sunyi di kamar, Yurie mulai belajar satu hal: bahwa hidup tak selalu berubah karena kejadian besar. Kadang, ia bergeser pelan-dari pertemuan singkat, dari nama yang hanya sekadar diketahui, dari perasaan yang tumbuh tanpa disadari. Ini adalah cerita tentang hari-hari yang tampak biasa, tentang kata-kata yang menyimpan makna, dan tentang seseorang yang perlahan menemukan dirinya sendiri di tengah dunia sastra dan kehidupan kampus.
Todos los derechos reservados
#3
hanyuseo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido