FF - Black Paper

FF - Black Paper

  • WpView
    Reads 5,566
  • WpVote
    Votes 654
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
Warning this story ⚠️BL⚠️ Jika tidak berkenan membaca atau tidak suka, bisa di skip. Terimakasih Kehidupan mereka berdua sangat berbeda. Tapi, Mimpi mereka sama. Salah satu dari mereka harus gagal karena posisi yang saat ini dia tanggung. Sedangkan yang lain harus bertahan karena mimpi yang harus dia capai. Bagaimana kah mereka menjalani kehidupan yang mereka inginkan? Bisakah Mimpi yang gagal di wujudkan oleh orang lain karena janji?
All Rights Reserved
#29
oceanjiang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Borrowed Love
  • ReWrite (Wenlang & Gaotu Fanfic)
  • [END] A Butler's Silent Heart - (ShenGao / LangTu)
  • Di bawah Langit yang sama , Cahaya di ujung Luka
  • Semua Demi Ambisi Butamu!
  • Love, Cake, and a Hint of Lemon
  • END OF STORY •
  • AU VER JIANGLI OR LANGTU  SHOOT
  • Jarak antara kita adalah seluruh Dunia, dan kita adalah Dunia itu sendiri.
  • Another story of us [ShenGao]

Gaotu, seorang pria dewasa yang sudah mapan dan dikenal perfeksionis, sedang berada di titik tertekan dalam hidupnya. Di usianya yang semakin matang, keluarga terus mendesaknya untuk segera menikah-bahkan sampai mengatur perjodohan yang membuatnya semakin muak. Di satu malam penuh emosi dan alkohol, Gaotu memutuskan kabur dari semua tekanan itu. Ia mabuk berat, kehilangan kendali... dan membuat keputusan yang bahkan tidak ia ingat sama sekali. Keesokan paginya, dunia Gaotu terasa runtuh. Ia terbangun dalam keadaan tanpa sehelai benang pun-dan lebih mengejutkannya lagi, seorang pria asing tertidur di sampingnya, memeluknya dengan nyaman seolah itu hal paling normal di dunia. Pria itu... tampan. Terlalu tampan untuk dianggap sekadar "kesalahan". Dalam kepanikan bercampur rasa aneh yang tak bisa dijelaskan, Gaotu justru membuat keputusan impulsif lain: ia menawarkan sebuah pernikahan kontrak-dengan bayaran fantastis, 100 juta per bulan. Pria asing itu, yang ternyata jauh lebih santai dan misterius dari yang terlihat, menerima tawaran tersebut dengan senyum tipis yang sulit ditebak. Awalnya, hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan: tinggal bersama, berpura-pura sebagai pasangan sempurna di depan keluarga, tanpa melibatkan perasaan. Namun, rencana tetaplah rencana-dan hati manusia selalu punya cara untuk berkhianat. Dari kebiasaan kecil seperti sarapan bersama, pertengkaran sepele, hingga perhatian-perhatian diam-diam yang semakin sulit diabaikan... hubungan pura-pura itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih nyata. Dan ketika situasi semakin rumit dengan kehadiran kehamilan yang tak direncanakan, Gaotu mulai mempertanyakan satu hal yang paling ia hindari: Apakah ini masih sekadar kontrak... atau sejak awal, ia memang sudah jatuh terlalu dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines