"Ssttt, jadilah anak baik." Zheka menghapus noda darah yang terciprat diwajah putrinya.
"Hiks... Kenapa ayah melakukan semua ini? Katakan apa alasan ayah membunuh ibu!?" Amatera terisak, pikirannya kacau. Dibawah tangga sana terbujur tubuh ibunya yang sudah berlumuran darah.
"Ayah melakukannya untukmu, sayang. Ayah tidak mau mereka berada didekatmu, sesuatu yang menjijikkan harus dibuang." lirih Zheka menatap lembut Amatera yang masih terisak.
"Mau Ayah beritahu sebuah rahasia, hmm?" lanjut Zheka melirik perut Amatera yang sempat ditusuk olehnya. Sungguh ia tak bermaksud menyakiti putrinya, itu diluar prediksinya.
"Sarah, bukan ibu kandungmu. Ayah menikahinya, karena sebuah perjanjian. Dia bahkan berani main belakang, dan tebak Dio yang sangat kau sayangi itu, yang kau anggap adik adalah hasil hubungannya dengan mantan kekasihnya." Zheka bisa melihat mata Amatera terkejut, itu cukup menggemaskan untuknya.
"T-tidak mungkin... A-ayah pasti bohong!?" Amatera menggelengkan kepalanya tak percaya, dalam pikirannya sempat menanyakan keberadaan ibunya.
"Amatera, lihat mata Ayah. Untuk apa ayah berbohong? Sekarang ayo pergi, biarkan bawahan Ayah yang mengurus mayat mereka." Zheka menarik pelan dagu putrinya agar menatap wajahnya.
"Tidak mau... Hiks, I-ibu... D-dio... Hiks... Ayah jahat!" Amatera menggelengkan kepalanya, namun Zheka segera menggendong tubuh putrinya yang semakin pucat itu.
"Benar, Ayah seorang penjahat. Semuanya yang berani menyentuhmu tanpa ijin akan Ayah buat mereka menyesal seumur hidup." Zheka berjalan menuruni anak tangga, menciptakan jejak darah dari sepatunya.
20/01/25
#2 in ancaman
#2 in dead
#5 in penjahat
#5 in darkfiction
All Rights Reserved