Langit Mahardika bukan tipe lelaki yang percaya pada kehangatan hidup. Ia tumbuh bersama amarah, ditempa oleh luka, dan dibesarkan oleh sunyi. Di SMA Arkadya Pratama, namanya bukan sekadar dikenal ia ditakuti. Siswa bermasalah dengan reputasi kelam, pemimpin tak tergoyahkan dari sebuah kelompok besar bernama VARAGA, perkumpulan yang berdiri di atas loyalitas, kekerasan, dan hukum mereka sendiri.
Langit adalah badai. Tatapannya dingin, sikapnya keras, dan langkahnya selalu meninggalkan jarak. Tak ada ruang bagi cerita bahagia dalam hidupnya hingga suatu hari, semesta mempertemukannya dengan seorang gadis yang tak pernah ia rencanakan.
Gadis itu bernama Aruna Elvara Tak membawa keberanian berisik, tak pula kelembutan berlebihan. Hanya sepasang mata yang luar biasa cantik mata yang menatap Langit tanpa gentar, tanpa takut, seolah melihat sisi dirinya yang bahkan Langit sendiri tak sanggup hadapi. Dari mata itu, untuk pertama kalinya, Langit merasa goyah.
Aruna bukan wanita yang ingin mengubah Langit. Ia hanya hadir. Namun kehadirannya perlahan meruntuhkan tembok yang dibangun Langit selama bertahun-tahun. Ego yang keras mulai melunak, amarah yang liar mulai jinak, dan hati yang mati perlahan belajar berdetak.
Bagi Langit, Aruna bukan sekadar seseorang yang dicintai.
Ia adalah alasan untuk bertahan.
Ia adalah pengecualian dari segala aturan hidupnya.
Dan tanpa ia sadari, Aruna menjadi satu-satunya hal yang sanggup dijaga Langit bahkan lebih dari hidupnya sendiri.
Di jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya.
***
Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwijaya yang satu satunya tidak suka berdekatan dengan seorang gadis, kecuali Halera. Gadis itu seolah-olah mempunyai magnet tersendiri untuk menariknya semakin dalam.
_____
18+