DATANG

DATANG

  • WpView
    Reads 421
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
WpInfo
Fanfic
Rasa yang datang, menyelinap masuk ke permukaan. Saat pertama dia datang, rasanya jatuh. Begitu jatuh, hingga tidak dapat kembali bangkit. Dia sempurna, namun mengapa rasanya begitu susah untuk mengapainya? Apabila memang dia datang hanya untuk memberikan pelajaran tanpa ada kisah di dalamnya, mengapa rasa yang hinggap begitu susah untuk di hapuskan dari sana? "Jangan terlalu di kejar, La. Dia cuman numpang lewat di hidup lo." Ramala Adhiyana Putri, seorang gadis pengejar mimpi. Salah satu mimpinya yaitu bisa mendapatkan seorang Rakha Radiyama Brahcmana. "Katanya, setiap yang singgah pasti punya peran penting di hidup seseorang. Entah mengapa, Rakha itu punya peran penting di hidup Ramala. Atau bahkan sebaliknya?" Ujarnya percaya diri, sambil terus menorehkan pulpen tinta di atas kertas kosong tersebut. Almira menghela nafas, melangkah mendekat kemudian meletakkan telapak di bahu Ramala. "Dia cuman datang, La. Dia engga ada maksud buat masuk ke dalamnya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Garwo
  • Rewriting The Villain (END)
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Journey
  • Cupiditas Vitae [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • Given || Ju Jihoon

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines