London, 1838.
Di kota yang hidup dari kabut, kehormatan, dan rahasia, Edmund Juinas kembali setelah enam tahun meninggalkan tanah kelahirannya.
Dididik sebagai koki di Paris-tanah yang dahulu menjadi musuh Kerajaan-Edmund pulang membawa keterampilan, ingatan, dan keraguan. Ia hidup bersama ibunya, Laly Juinas, seorang wanita yang menyimpan kesedihan panjang sejak suaminya, Patris Juinas, gugur sebagai pelaut kapal perang Inggris dalam Perang Napoleon. Kematian itu menghadirkan kehormatan kerajaan, medali, dan sebidang tanah di Watford-namun juga meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Saat Edmund mencoba membangun hidup baru melalui sebuah restoran kecil di London, masa lalu perlahan mengetuk pintu. Medali ayahnya, surat-surat lama, dan bisik-bisik para veteran perang mengungkap bahwa kehormatan tidak selalu lahir dari kebenaran. Di antara secangkir teh hangat, aroma dapur, dan jamuan kaum bangsawan, Edmund dihadapkan pada pilihan yang akan menentukan siapa dirinya sebenarnya.
Apakah ia akan menjaga nama baik yang diwariskan kepadanya-atau mengungkap kebenaran yang berisiko meruntuhkan segalanya?
All Rights Reserved