DUYUNG [ARSYA]

DUYUNG [ARSYA]

  • WpView
    Reads 948
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 8, 2026
Di kedalaman laut, di mana cahaya menembus air seperti doa yang tak pernah selesai, Kerajaan Laut Selatan dan Kerajaan Laut Utara hidup dalam keseimbangan yang rapuh. Tasya, putri duyung dari Kerajaan Selatan, tumbuh di tengah ketenangan istana yang indah namun penuh aturan. Ia memiliki kepekaan aneh terhadap perubahan laut-perasaan yang sering ia abaikan, sampai hari ketika arus mulai bergerak tanpa sebab. Di sisi lain laut, Arbil, putra mahkota Kerajaan Utara, merasakan hal serupa. Naluri yang menuntunnya pada pertemuan tak terduga, sekaligus pada kebangkitan ancaman lama yang seharusnya telah terkubur di palung terdalam. Soimah, seorang siren yang pernah diasingkan, kembali membawa nyanyian yang mampu memecah kehendak dan keseimbangan laut. Tanpa memilih pihak, ia menanam benih kekacauan-menghadapkan kerajaan pada ketakutan lama, dan memaksa utara serta selatan berdiri dalam satu ruang yang sama. Di tengah ancaman, kepercayaan diuji, batas wilayah memudar, dan takdir mulai bergerak pelan. Karena ketika laut berubah, tidak ada yang benar-benar bisa bersembunyi-termasuk mereka yang terlahir untuk memimpinnya. Dan ketenangan... hanyalah awal dari segalanya.
All Rights Reserved
#195
milen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Bahagiaku
  • Bos Galak Itu Bocil Ku!
  • REYSAN NEW VERSION [Slow Update]
  • BETRAND (TAMAT)
  • Cinta Lokasi | Syaqeel
  • bad girl dan ketua OSIS
  • Dream Catcher ✔
  • Martin Mau Sunat [ m.g ]
  • perjodohan?
  • Bungsu Kesayangan (Zahra)

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines