Like Losing You, Twice (Short Story)

Like Losing You, Twice (Short Story)

  • WpView
    Reads 675
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kashaa dan Harvey pernah bersahabat sedekat urat nadi, tetapi sepuluh tahun lalu semua berubah. Hubungan yang dulu tidak terpisahkan itu justru kian renggang bahkan rasanya sudah sejauh langit dan bumi. Kashaa tidak lagi bisa melihat Harvey sebagai satu-satunya orang terdekatnya dan itu semua terjadi karena Harvey tiba-tiba saja menjauh dengan alasan yang tidak akan pernah bisa Kashaa mengerti. Harvey tiba-tiba menjalin kasih dengan Tissa yang tak lain adalah adik kandung Kashaa sendiri. Bukan karena cemburu, tetapi lebih daripada itu, hubungan Kashaa dan Tissa tidak pernah bisa benar-benar disebut seperti hubungan saudara kandung. Kashaa sangat membenci Tissa dan Harvey tahu itu. Lalu apa yang akan terjadi jika pada akhirnya takdir justru bermain-main dengan mempertemukan kembali Kashaa dan Harvey dalam sebuah hubungan yang tidak pernah mereka inginkan?
All Rights Reserved
#472
sestal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Mulih (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines