□- hola guys....!
=> kembali lagi di cerita buma, (ibu mancak ❤) ini cerita ke-2 yang lagi aku buat.
~~□°•°•- Gemini dissimiles.....!
"Kak? Apa engkau benar membenciku? Dengan segala pengobananmu? Apa kau tak rugi? Apa perlu ak-" Ucapan Aly segera terpotong saat Ily menyambar dengan cepat.
"TAK PERLU MEMBERIKU SEBUAH NASIHAT KONYOL SEPERTI ITU, AKU BUKAN KAU YANG BODOH." Teriak Ily dengan lantang tak kalah kerasnya.
Aly terdiam, menatap sendu ke arah bola mata Ily. "Kakak, aku berharap, ini adalah pilihan terbaik yang kau pilih. Tak perlu mengotori tanganmu," Aly terhanyut diam, lalu berjalan guntai menuju meja di sudut ruangan itu. Ia mengambil satu buah mata pisau kecil yang langsung ia simpan di celah jubahnya. "Aku pergi."
Aly segara pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat, tanpa meninggalkan jejak kenangan. "Maafkan aku," Ily bergerak cepat membuka laci meja dan cepat menuju ruangan dewan penegak.
□• Cover by Google
All Rights Reserved