PILU MEMBIRU

PILU MEMBIRU

  • WpView
    Membaca 2,038
  • WpVote
    Vote 237
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 3, 2026
Ada yang tak pernah berhenti mencari. Ada yang memilih melupakan agar bisa tetap bertahan. Lalu takdir mempertemukan mereka pada waktu yang paling tidak siap. "Katanya mau dipanggil Abang, nggak jadi?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#451
keluarga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Radeya's Evanescence
  • Struggle
  • Shadow (End)
  • KAIVAN [SLOW UP]
  • ALL ABOUT DEVAN [slow up]
  • My True Feelings || Keonho w. Cortis✔️
  • To All The Sunsets We Missed
  • 𝙄𝙣 𝘼𝙣𝙤𝙩𝙝𝙚𝙧 𝙇𝙞𝙛𝙚 || Cortis
  • KEENAN | Don't Go
  • Everyday Life of an Only Child

Ada banyak hal yang membuat Radeya berkali-kali ingin menyerah. Menyudahi semuanya. Namun, di sela-sela hidup yang tak pernah benar-benar ramah, Tuhan sesekali menghadirkan kebahagiaan. Kebahagiaan itu bersifat sementara. Tapi cukup untuk membuat Radeya memilih bertahan. Radeya Abimana. Berbeda dengan empat saudaranya yang menyandang marga Wiradinata, namanya berhenti di dua kata. Katanya, Wiradinata memang tidak diperuntukkan baginya. "Kamu tanya, apa alasan saya benci kamu?" Senyum simpul pun terpatri. Ekspresinya bertolak belakang dengan kalimat yang ia ucapkan setelahnya. "Karena kamu nggak akan pernah punya masa depan." Radeya memang diberi kehidupan. Namun sejak awal, hidupnya tak pernah benar-benar diterima. "Radeya cuma pengen hidup, Mbak. Sebagaimana mestinya yang Tuhan beri untuk dia. Tapi kamu menghancurkan semuanya."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan