My secret life

My secret life

  • WpView
    Reads 21,542
  • WpVote
    Votes 230
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
Bagaimana jika 2 orang yang sudah bekerja bersama selama ini, memiliki hubungan romantis bahkan saling berbagi foto pribadi tanpa mereka ketahui. Mereka berkenalan tanpa mengetahui nama asli dan foto wajah mereka. Namun mereka menikmati hubungan itu. Zoe Nina Cooper seorang sekretaris seorang CEO diperusahaan ternama. Memiliki wajah cantik, tubuh yang memikat lawan jenisnya. Ia seorang yang mencintai pekerjaannya namun memiliki sisi nakal diluar rutinitas kantornya. Sean shawn seorang CEO dan pewaris perusahaan ternama. Memiliki wajah tampan, tubuh yang berotot sempurna dan mapan diusia dia 34 tahun. Seorang yang selama ini selalu kesepian dan keseharian hanya bekerja - pulang - olahraga. Seketika menemukan seorang yang membuat ia berpikir bahwa ia mengingini seorang untuk mendampinginya. *** Januari 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines