Rahasia Biru

Rahasia Biru

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2026
Jauh-jauh hari sebelum tanggal 21 November, Biru bertanya pada ayahnya, "Hadiah apa yang Ayah inginkan dariku?" Ia menjawab, "Dengan kamu terus berada di sisi Ayah saja, sudah lebih dari hadiah terindah." Mendengarnya, pikiran Biru seperti daun kering yang diterpa angin kebimbangan. Tak mungkin ia membiarkan hari istimewa Ayah berlalu tanpa sepotong kue tart yang diberi lilin, menanti tiup api tengah malam. Kebimbangan itu larut dalam pertemuan tak terduga dengan Banyu-penulis handal yang tak sengaja ditabraknya di lorong perpustakaan. Karenanya, berapi-api ingin menulis novel untuk ayah-kado dari hati meski waktu tinggal sebulan, dan kata-kata masih seperti benang kusut. Biru ingin merayakan ayah, seperti ayah yang selalu merayakan setiap pencapaian kecilnya
All Rights Reserved
#31
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Stealing My Husband
  • Dua Langit Berbeda
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

🌴🎀 "Di rumah yang asing, mereka belajar bahwa jarak bisa menyusut hanya dengan satu kalimat: Jangan terlalu jauh." "Kadang cinta tidak datang sebagai dentuman... tapi sebagai langkah kecil yang hampir tidak terdengar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines