The 19 Hours: I'm in Love

The 19 Hours: I'm in Love

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 9, 2026
Bagi Kamelia Vespera, hidup di masa SMA adalah musim semi yang abadi bersama Evando Alastor, pemuda yang tak pernah lelah mengejarnya dengan hal-hal manis. Bunga kamelia terus bersemi diiringi tawa mereka yang tidak pernah usai. Namun, semi yang lestari membuat Kamelia akhirnya menyadari kejanggalan. Ketika bunga kamelia berguguran menampakkan bentuk aslinya, Kamelia harus menghadapi kebenaran di balik realita yang menghantuinya. Apakah cintanya pada Evando adalah takdir yang nyata, ataukah ia hanya terjebak dalam labirin cinta sebagai pertahanan? Bagaimana pun itu, Kamelia jatuh cinta. 🤍 Mulai: 6 Januari 2026 Selesai: - Update setiap Jum'at dan Minggu
All Rights Reserved
#53
psychologicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines