Field of Green

Field of Green

  • WpView
    Leituras 48
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 31, 2026
Field of Green berangkat dari kalimat yang terdengar seperti janji, padahal sejatinya perpisahan: "Let's meet in the field of green." Sebuah tempat yang tak pernah benar-benar ada-di mana seseorang bisa dicintai tanpa dimiliki, dan dirindukan tanpa pernah digapai. Bagi Gavrilla, kalimat itu menjelma menjadi harapan yang ia rawat diam-diam, meski setiap hari ia tahu: yang ia tunggu hanyalah mimpi yang terlalu hijau untuk nyata. Di antara hubungan yang tak pernah sederhana, Devan memilih pelarian, Janetta hadir dengan kebenaran yang menyisakan luka, sementara orang-orang di sekeliling Gavrilla saling terikat dalam salah paham, ego, dan rasa takut kehilangan. Tak ada yang benar-benar jahat, tak ada pula yang sepenuhnya tulus. Semua hanya manusia-mencintai dengan cara yang salah, bertahan dengan melukai, dan pergi tanpa benar-benar pergi. Hingga akhirnya, field of green bukan lagi tempat bertemu, melainkan ruang sunyi tempat Gavrilla memahami satu hal: beberapa orang memang ditakdirkan hanya untuk diimpikan, bukan dimiliki.
Todos os Direitos Reservados
#248
seniorhighschool
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Almost Married (On Going)
  • Define the Relationship
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • EKSKALASI
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo