Bangku Paling Belakang

Bangku Paling Belakang

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 25, 2026
Tenten adalah mahasiswi yang memilih duduk di bangku paling belakang-menyembunyikan satu rahasia besar: ia adalah istri dari dosennya sendiri, Satoru Gojo. Pernikahan yang sah namun tak boleh terlihat itu diuji oleh gosip kampus, sidang etik, dan kehadiran seseorang yang menyukai Tenten tanpa mengetahui kebenaran. Di antara aturan, risiko, dan pengorbanan, Tenten dan Gojo harus memilih: mempertahankan posisi, atau mempertahankan cinta. Naruto x Jujutsu Kaisen Tenten x Satoru Gojo
All Rights Reserved
#84
romancedewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Villain Mother

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines