Tokoh, latar, dan juga alur dalam cerita ini murni karangan dan juga hanya fiktif belaka.
Sena, atau Kadek Senari Maheswari, baru pulang ke rumahnya saat usianya menginjak 26 Tahun, itupun karena sang ayah dan ibu yang selalu menelponnya, dan menyuruhnya cepat pulang sudah cukup berkelana selama 6 tahun di negri orang, saatnya kembali ke rumah. Lagi pula ia juga sudah berhasil mendirikan toko serba ada, yang memudahkan warga desa untuk membeli keperluan mereka. Selain itu ia juga mampu membeli sedikit lahan yang sudah di kelola oleh ayahnya. Jadi memang sebaiknya ia pulang, membantu ayah dan ibunya mengurus semua itu.
Nanta, atau Gede Ananta Mahardana, adalah seorang pria yang berusia 28 Tahun, yang sangat sukses dan memiliki banyak sekali perkebunan, mulai dari perkebunan buah, sayur, dan cengkeh. Selain itu ia juga memiliki peternakan ayam petelur. Namun sayangnya di usianya yang sudah cocok untuk menikah itu, Nanta memiliki untuk menyibukkan dirinya di perkebunan dan juga peternakan miliknya. Nanta merasa enggan untuk memulai hubungan dengan seseorang, Nanta bukanya tidak normal, ia normal. Akan tetapi ia merasa belum menemukan seseorang yang cocok untuk mendampingi hidupnya. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Sena, perempuan yang berhasil menarik perhatiannya.
Cover by: Canva