ruang untuk pulang

ruang untuk pulang

  • WpView
    Reads 952
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Namera zeara. Gadis 16 tahun yang tumbuh mandiri bersama seorang Cici nya maheera Shanina. Mereka berdua hidup dengan berkecukupan. Dengan Shanina yang membangun toko bunga di depan rumah mereka, menjadi sumber pendapatan dan hasilnya di gunakan untuk kebutuhan harian mereka. Zea tak pernah menuntut banyak. Ia hanya meminta Shanina selalu ada di setiap langkahnya, di setiap ia meraih mimpinya satu persatu. Tak ada yang zea punya selain Shanina. Begitu pula sebaliknya. Di tinggalkan kedua orang tersayang mereka cukup menyisakan pilu. Namun mereka memilih untuk tidak terpuruk dan memilih bertahan dan saling menguatkan. ... "Ade besok mau Cici masakin apa? Ayam goreng? Atau mau Cici masakin spaghetti kesukaan ade?" Tanya Shanina menawarkan. "Euumm... Memangnya Cici udah punya uang?" Tanya zea. "Udah dong, tadi lumayan banyak kok yang Dateng ke florist Cici" jawabnya tersenyum bahagia. "Euumm ...masak spaghetti aja boleh ci, Ade udah lama ga makan itu" jawabnya semangat. "Cii...Ade bangga tau sama pekerjaan Cici" ucap zea dengan mata yang berbinar. "Hmm? Emang kenapa Bangga sama kerjaan Cici? Kan Cici cuma florist?" Tanya Shanina heran. "Ya aku bangga karena Cici selalu menyediakan bunga untuk orang-orang yang perlu di rayakan" jawab zelya nampak asal. Shanina tersenyum, hatinya penuh rasa haru yang tak dapat ia ungkapkan.
All Rights Reserved
#6
seanjkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Stealing My Husband
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • My Step Mom?
  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines