Abimanyu adalah anak yang terlahir di keluarga yang menjunjung tinggi nilai, prestasi, dan disiplin. Sayangnya, seiring waktu ia justru tumbuh sebagai sebuah pengecualian. Abimanyu memilih menjadi pencinta musik dan bunga, lebih suka memetik gitar ketimbang mengejar olimpiade.
Di sekolah, dia menjadi bagian dari band kecil sekolah bersama para sahabatnya. Musik menjadi salah satu ruang aman, membuat Abimanyu menjadi diri sendiri dan bernapas bebas tanpa perlu takut mengecewakan seseorang. Namun, ketika kembali ke rumah, ia hanya akan menjadi anak tengah yang sudah salah memilih prioritas.
Abimanyu hanya bisa pasrah ketika hidupnya terjepit antara tuntutan keluarga dan mimpi pribadinya, membuat ia memilih menahan diri. Mencoba patuh dan membayar setiap pilihan dengan rasa bersalah yang kian menumpuk.
Hingga saatnya musik meminta lebih akan sebuah keberanian, dan keluarga menuntut penuh sebuah kepatuhan, Abimanyu dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang tak pernah bisa ia ucapkan keras-keras.
Apakah mengejar mimpi sendiri termasuk bentuk pengkhianatan pada keluarga?
All Rights Reserved