We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Golden Hour

The Golden Hour

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Growth and Self-Discovery
Abimanyu adalah anak yang terlahir di keluarga yang menjunjung tinggi nilai, prestasi, dan disiplin. Sayangnya, seiring waktu ia justru tumbuh sebagai sebuah pengecualian. Abimanyu memilih menjadi pencinta musik dan bunga, lebih suka memetik gitar ketimbang mengejar olimpiade. Di sekolah, dia menjadi bagian dari band kecil sekolah bersama para sahabatnya. Musik menjadi salah satu ruang aman, membuat Abimanyu menjadi diri sendiri dan bernapas bebas tanpa perlu takut mengecewakan seseorang. Namun, ketika kembali ke rumah, ia hanya akan menjadi anak tengah yang sudah salah memilih prioritas. Abimanyu hanya bisa pasrah ketika hidupnya terjepit antara tuntutan keluarga dan mimpi pribadinya, membuat ia memilih menahan diri. Mencoba patuh dan membayar setiap pilihan dengan rasa bersalah yang kian menumpuk. Hingga saatnya musik meminta lebih akan sebuah keberanian, dan keluarga menuntut penuh sebuah kepatuhan, Abimanyu dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang tak pernah bisa ia ucapkan keras-keras. Apakah mengejar mimpi sendiri termasuk bentuk pengkhianatan pada keluarga?
All Rights Reserved
#118
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Trouble Maker[END]
  • Target Si Supir [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Auto Save!
  • The Pinky Boy
  • PROYEK SATU TAHUN
  • ELION (bl)

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Rabu, 03 Agustus 2026 Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines