BIRAHI SANG JANTAN

BIRAHI SANG JANTAN

  • WpView
    Reads 27,842
  • WpVote
    Votes 431
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Disclaimer: Cerita ini adalah fiksi dewasa berisi tema hubungan sesama jenis, godaan intens, dan konten romansa erotis yang hanya sesuai untuk pembaca berusia 18 tahun ke atas. Harap bijak dalam membaca. Sinopsis: Ali Elvano, 24 tahun, putra konglomerat berkulit putih mulus dengan wajah tampan lembut dan sikap manja yang menawan. Di balik senyum polosnya, ia menyimpan hasrat terpendam yang kuat-kelaparan akan kehangatan dan kekuatan pria kasar sejati. Lalu muncul Shuja Sukma, 28 tahun, buruh kasar miskin yang sederhana dan lurus. Tubuhnya gagah berotot alami dari kerja keras: dada bidang selalu berkeringat, perut six-pack keras, lengan berurat besar, dan kulit sawo matang yang berkilau. Shuja pendiam, pemalu, dan sama sekali tak mengenal dunia hasrat yang disembunyikan Ali. Ketika Ali mulai mendekat-dengan godaan halus, sentuhan lembut, dan tawaran uang menggiurkan untuk meringankan beban hidup Shuja-naluri pria itu mulai terguncang. Ali tak henti memancing, menantang batas kesabaran Shuja, hingga gairah yang selama ini tertidur bangkit liar. Akankah Shuja yang polos dan straight mampu menolak godaan serta tawaran menggiurkan dari Ali? Ataukah ia akhirnya menyerah, membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan panas dan hasrat terlarang yang ditawarkan anak konglomerat itu malam demi malam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines