NO WAY BACK

NO WAY BACK

  • WpView
    Reads 3,500
  • WpVote
    Votes 588
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 13, 2026
[hoonseung ; sunghoon × heeseung] Sancaka Bimawarsa adalah raga yang berjalan tanpa nyawa. Sejak raga Givana meluruh menjadi abu, ia percaya bahwasanya kapasitasnya untuk mencintai seseorang telah habis. Kala ia menerima perjodohan dengan Dias, itu bukan karena ingin membuka lembaran baru, melainkan hanya untuk sekadar melanjutkan sisa hidupnya. Di sisi lain, Dias Erlangga melangkah ke pelaminan dengan hati yang masih berdarah. Ia terjebak dalam memori tentang Dion yang belum tuntas, sebuah perasaan yang belum selesai dan luka yang belum benar-benar kering. Ia dipaksa hidup berdampingan dengan Sancaka, sementara jiwanya masih meratapi kehilangan yang berbeda. Satu tahun lamanya, mereka berbagi atap dalam keheningan yang menyesakkan. Dua orang asing yang saling memunggungi - Sancaka yang setia pada abu Givana, dan Dias yang terbelenggu oleh bayang-bayang Dion yang menyakitkan. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul sebuah tanya yang kian menyiksa: Bagaimana cara mencintai seseorang, tanpa harus mengoyak luka lama dengan cara yang salah? Bagaimana cara mengatakan "aku mencintaimu" ketika kau merasa tidak lagi memiliki ruang di hati untuk siapa pun? Ini adalah kisah tentang Sancaka dan Dias. Tentang dua jiwa yang belajar bahwa - mencintai kembali bukanlah tentang melupakan, melainkan tentang bagaimana menyentuh luka satu sama lain dengan cara yang paling lembut.
All Rights Reserved
#71
hoonseung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CONTROLLED CHAOS
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Servant [James Harem]
  • Possessive Male Lead
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Jodoh Pilihan Mama
  • MINE [Keonhyeon]
  • Love me or die

Niat awal Kanara cuma satu: menjahili Renjana Sagara. Dosen berkacamata itu terlihat terlalu lurus, terlalu kaku, dan terlalu polos, mangsa empuk untuk seorang budak korporat yang butuh hiburan. Namun, Kanara salah besar. Saat sang dosen akhirnya kehabisan kesabaran dan melepaskan kacamatanya, Kanara baru sadar ia telah membangunkan predator. "Sudah puas main-mainnya, Kanara? Karena sekarang, giliran saya." Sekarang, siapa yang sebenarnya jadi mangsa siapa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines