Ready To Love

Ready To Love

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
Cinta tidak selalu datang sebagai sesuatu yang tiba-tiba. Kadang ia tumbuh pelan, dari dua orang yang sama-sama belajar tentang memberi, mendengar, dan bertahan tanpa saling melukai. Rirena dan Aruna sadar, cinta bukan tentang siapa yang paling kuat bertahan, melainkan tentang dua orang yang sama-sama mau berproses. Saling memperjuangkan, bukan dengan cara keras, tapi dengan kesadaran bahwa hubungan ini layak diusahakan. Karena kali ini, cinta tidak berdiri di satu sisi. Ia tumbuh di tengah di antara dua hati yang sama-sama siap memberi dan menerima. Dan di titik itu, mereka memilih hal yang sama. Ready to love. Bersama. Dengan setara.
All Rights Reserved
#263
strongfemalelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines