DANDELION HUNTERS
"Jika hidup tidak berpihak pada kita, maka barangkali kita sedang diajari tentang cara berdiri tanpa sandaran.
tentang bagaimana tetap bernapas meski dada sesak,
tentang bagaimana melangkah walau arah kian tersesat."
"Wah sangat mengharukan. Akhirnya keluarga
kecil berhasil menyentuh wilayahku," Katanya dengan
sebuah pistol di tangannya yang sudah peluruhnya sudah siap di bidik.
Raina pun ikut mengangkat senjatanya. Matanya
memerah, marah bercampur sedih. Wajah yang harusnya
sudah berada di surga kini harus muncul dihadapannya dengan tubuh musuh.
"Menjijikan sekali, saking buruk rupanya hingga
memakai wajah orang lain." Raina murka, ia merasa tak
sudi wajah Theo di gunakan oleh orang sekeji Zico.
"Hahaha, bukankah wajah ini membuatku
tampak awet muda? Kita seperti sebaya sekarang."
Ejeknya pada Raina.
"Bertahun-tahun, aku sudah muak melihat
tingkah kalian, akan ku lenyapkan kalian semua."
"Dorr!!" sebuah tembakan Meletus mengenai
lengan uncle Tor. Raina kaget. Tangannya bergetar.
Rasanya ia tidak bisa menembak wajah Theo walaupun
ia tau itu bukan Theo yang sesungguhnya.
"Jangan Bengong Rainaaa!!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang