Pemakaman yang Tenang (TAMAT)

Pemakaman yang Tenang (TAMAT)

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 8, 2026
​"Jangan gali makam itu, atau kau akan menemukan jawaban yang tak sanggup kau tanggung." ​Bagi semua orang, pemakaman itu adalah akhir. Bagi Luluk, itu adalah awal dari mimpi buruk yang nyata. Suara kuku yang mencakar dinding peti mati terus terngiang di telinganya, memanggil namanya di tengah malam. ​Ketika garis antara kenyataan dan kegilaan mulai kabur, sebuah rahasia medis terungkap. Ada satu nyawa yang tertinggal di dalam sana, berjuang keluar dengan kuku yang berdarah. "Pemakaman yang Tenang" adalah sebuah kisah tentang penyangkalan, cinta yang tragis, dan jeritan abadi dari balik kegelapan yang tak berpintu.
All Rights Reserved
#31
ghoststory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • GANJIL
  • Teror Setan
  • Terperangkap dalam Gelap (EOS) -TAMAT-
  • DESA PININGIT
  • My Twins [On Going]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Daddy's Little Babby
  • Anjing Serigala Kecil Telah Tiba

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines