Pemakaman yang Tenang (TAMAT)

Pemakaman yang Tenang (TAMAT)

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 8, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
​"Jangan gali makam itu, atau kau akan menemukan jawaban yang tak sanggup kau tanggung." ​Bagi semua orang, pemakaman itu adalah akhir. Bagi Luluk, itu adalah awal dari mimpi buruk yang nyata. Suara kuku yang mencakar dinding peti mati terus terngiang di telinganya, memanggil namanya di tengah malam. ​Ketika garis antara kenyataan dan kegilaan mulai kabur, sebuah rahasia medis terungkap. Ada satu nyawa yang tertinggal di dalam sana, berjuang keluar dengan kuku yang berdarah. "Pemakaman yang Tenang" adalah sebuah kisah tentang penyangkalan, cinta yang tragis, dan jeritan abadi dari balik kegelapan yang tak berpintu.
All Rights Reserved
#8
ghoststory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gata
  • Hilang
  • DESA PININGIT (M-PREG)
  • Tumbas Janji Lawas
  • Napak Tilas (Selesai)
  • Pengantin Alam Sebelah
  • Daddy's Little Baby
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • Jangan Lembur Sendirian
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
Gata

Bratadikara artinya pemimpin yang berwibawa dengan tingkah laku yang baik. Nama itu tersemat pada keluarga Bratadikara, salah satu keluarga ningrat di Desa Welaswati yang masih memegang teguh budaya leluhur secara turun temurun. Di desa, mereka adalah keluarga terpandang yang disegani. Tetapi siapa yang tahu, dengan lurusnya nama mereka di warga sekitar, keluarga itu memegang tradisi yang sangat teguh tanpa dapat dinegosiasi. Setiap keturunan dari Bratadikara harus melakukan upacara untuk menemukan pasangannya di setiap garis takdir kehidupan. Untuk keluarga kejawen seperti mereka sih, adalah hal biasa dengan setiap mistik yang mereka punya. Di desa ini, normal sekali semua anomali yang dimiliki setiap tradisi keluarga. Tapi bagi Laban, dia sangat membenci tradisi ini. Karena tradisi itu, ia menjadi korban untuk terikat pada keluarga Bratadikara, atau menjadi salah satu bagian dari mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines