Dunia Kita Berbeda

Dunia Kita Berbeda

  • WpView
    Membaca 134
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 28, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
"𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙢 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙜𝙖𝙜𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙪?" Bagi Vion, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat di mana ia harus berpura-pura tidak melihat apa pun. Hingga ia bertemu dengan Reverie-gadis dengan gaun merah yang selalu berdiri mematung di pojok dekat jendela besar kamar apartemen Nomada Residences, di unit nomor 101. Reverie itu cantik, namun pucat. Ia nyata di mata Vion, tapi tidak bagi dunia. Saat perasaan mulai tumbuh di antara dua dimensi yang berbeda, Vion sadar bahwa mencintai Reverie berarti harus siap merelakan. Karena di dunia ini, mereka hanya bisa saling menatap tanpa pernah bisa saling mendekap. Reverie adalah rahasia yang tak bernapas, dan Vion adalah satu-satunya jantung yang berdetak untuk mereka berdua. 𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙘𝙪𝙠𝙪𝙥 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙗𝙪𝙨 𝙗𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙩𝙞? 𝘼𝙩𝙖𝙪𝙠𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙩𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙖𝙡, 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞? 🎻 : Update setiap Rabu & Kamis 🎻 : Genre: Paranormal-Romance / Teenlit
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#310
rekomendasiwattpad
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan