KEVIN'S DIARY

KEVIN'S DIARY

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 4, 2026
Dulu gua selalu nganggep hidup gua itu kayak air ngalir. Isinya cuma ketawa gak penting, bercandaan basi, dan keputusan impulsif yang waktu itu keliatan aman-aman aja. Gua ngerasa lucu kalo inget betapa santainya gua ngejalanin hari, seolah semua masalah bisa diselesaikan besok... atau gak sama sekali. Gua pikir semua itu sepele. Bakal berlalu. Dilupakan. Ternyata kali gua salah. Satu hal fatal yang gua lakuin di masa lalu...Sesuatu yang sebelumnya gua anggap sepele...Tapi sekarang hal itu masih berdiri tepat di depan gua. Gak bisa gua lewatin, gak bisa gua pura-purain, apalagi gua ketawain. Dan buat pertama kalinya, gua sadar... nasib gak peduli seberapa santai lo ngejalanin hidup. Dan kali ini, gua mengaku... Gua jahat. TW/LGBT Menggunakan narasi sudut pandang orang pertama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines