Larung Sekar (Masuk ke dunia masa kerajaan) 21+
12 parts Ongoing MatureLaut tak pernah membedakan waktu.
Ia hanya menelan apa yang diserahkan kepadanya, jiwa, dosa, atau cinta yang belum sempat dimulai.
Sekar Larasmaya, putri bangsawan abad ke-9, melarikan diri di hari pernikahannya.
Bukan karena takut, tapi karena cinta.
Ia berlari menuju dermaga tempat, kekasih sejatinya, menunggu.
Namun takdir lebih cepat darinya.
Pernikahan itu bukan untuk cinta, melainkan untuk politik.
Sekar dijodohkan dengan Brahanta Angkara, ksatria muda berdarah campuran Portugis,gagah, berani, tapi dianggap najis oleh istana.
Ia tidak mencintai Sekar, tapi menghormatinya.
Pernikahan ini adalah jalannya menebus harga diri.
Namun sepuluh menit sebelum upacara dimulai, Sekar menghilang.
Brahanta memacu kudanya bersama enam prajurit, menyusuri hutan menuju laut.
Di ujung tebing, langkah Sekar terhenti.
Brahanta muncul dari balik pepohonan.
"Sekar! Tidak! Jurang itu berbahaya!"
Tapi ketakutan lebih dulu menelan logika.
Satu pijakan hilang, dan laut menelan segalanya.
Brahanta hanya bisa menatap, dadanya sesak oleh penyesalan yang tak sempat ia pahami.
Di dunia lain yang sejajar, Nirmala Sekarwangi berdiri di tepi laut yang sama.
Dua tahun hidup dalam utang dan kehilangan membuatnya lelah.
Hari itu, ia menyerah.
"Telan aku, wahai laut... aku udah nggak kuat lagi."
Air berputar, membentuk lingkaran bercahaya, menelan tubuhnya ke kedalaman tanpa dasar.
Dan ketika laut kembali tenang, Brahanta melihat riak kecil di tengah air.
Ia melompat tanpa ragu, berenang sekuat tenaga, lalu mengangkat tubuh Sekar ke permukaan.
"Sekar... maafkan aku. Kalau kau tak ingin pernikahan ini, kita batalkan. Aku cuma ingin kau hidup."
Mata sang putri terbuka. Tatapannya lembut, asing.
"Nggak... nggak mau," bisiknya pelan.
"Ayo kita menikah."
Semua terdiam. Prajurit berbisik bahwa sang putri kehilangan ingatan.
Namun hanya laut yang tahu,
perempuan yang kini hidup di pelukan Brahanta bukan lagi Sekar Larasmaya,
melainkan Nirmala Sekarwangi, gadis dari dunia lain.