SUDUT KELABU:MARKOHM
"Rumah itu terlalu luas untuk satu orang, tapi terlalu sempit untuk sebuah kenangan. Mark menyesap kopinya yang pahit, menatap taman yang tertata rapi namun mati. Baginya, kerapian adalah satu-satunya cara untuk tetap waras di tengah hidup yang berantakan karena pengkhianatan masa lalu. Dia tidak butuh teman, apalagi cinta. Dia hanya butuh ketenangan. Sampai hari itu, di lobi kantor yang basah oleh hujan, dia bertemu dengan sepasang mata yang tidak seharusnya secerah itu di tengah badai."