Tiga puluh tahun setelah Esper pertama kali muncul, dunia telah berubah total menormalisasikan kekuatan supranatural. Akademi Hydrangea, yang dikelola langsung oleh Asosiasi Esper dengan dukungan penuh pemerintah, berdiri sebagai kawah candradimuka bagi generasi elit Esper muda. Dengan fasilitas mutakhir, kebebasan yang luas, serta sumber daya tanpa batas, sekolah ini adalah surga bagi mereka yang terpilih.
Namun, di balik kemegahannya, akademi ini menerapkan sistem hierarki yang kejam. Para siswa dibagi ke dalam enam kelas, dari peringkat A hingga F. Kelas A menikmati segala kemewahan dan hak istimewa, sementara Kelas F terpuruk di kasta terendah; terabaikan, diremehkan, dan dianggap tidak punya masa depan.
Meski begitu, hierarki ini tidaklah mutlak. Melalui special exam, latihan tempur, hingga uji coba praktik skala besar, kelas bawah diizinkan menantang kelas di atasnya untuk merebut posisi mereka... dengan cara apa pun yang diizinkan oleh sekolah.
Lucien Ambrose, seorang Esper peringkat D yang santai dan tidak mencolok, terjebak di Kelas F. Ia memiliki kemampuan aneh yang berganti-ganti setiap harinya. Di sana, ia dikelilingi bukan oleh para jenius, melainkan oleh mereka yang dijuluki "produk gagal", para siswa dengan kekuatan yang terlalu lemah, terlalu aneh, atau terlalu mustahil untuk dianggap serius.
Ada Annette, gadis pengamat yang tajam dan mampu menghitung apa pun yang ia lihat secara instan, serta Clara, sang idola kelas yang ceria dan mampu memainkan instrumen musik tanpa memegang alat musiknya.
Tak ada yang mengharapkan apa pun dari para pecundang di Kelas F. Namun, jalan menuju puncak terbuka bagi siapa pun yang berani mengambilnya. Di sekolah di mana setiap keuntungan sangat berarti dan aturan boleh dibengkokkan selama tidak dipatahkan, mampukah kelas terendah merangkak naik? Ataukah mereka akan hancur sebelum sempat memulai?
All Rights Reserved