Rumus Rahasia Sang Asisten

Rumus Rahasia Sang Asisten

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
Arka menikmati kesehariannya sebagai mahasiswa semester 4 sekaligus asisten mata kuliah Statistika. Baginya, menjadi asisten adalah cara untuk menambah relasi dan uang jajan. Ia dikenal ramah, punya banyak teman, dan selalu terlihat rapi dengan kalkulator di tangannya. Namun, ketenangan Arka terusik sejak Rian, mahasiswa manajemen yang seangkatan dengannya, masuk ke kelas yang ia asuh. Berbeda dengan mahasiswa lain yang segan pada Arka, Rian justru sering bertingkah santai dan seolah sengaja ingin memancing reaksi Arka yang biasanya selalu sabar. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Rian mulai sering "salah" mengumpulkan tugas hanya agar punya alasan untuk mampir ke meja Arka. Arka yang perfeksionis merasa tertantang untuk mendisiplinkan Rian, namun ia tidak sadar bahwa Rian punya cara sendiri untuk meruntuhkan batasan profesional mereka. Di sela-sela tumpukan kertas tugas, mereka mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar urusan nilai. Ini bukan lagi soal siapa yang lebih pintar, tapi tentang siapa yang lebih berani untuk jujur pada perasaan sendiri.
All Rights Reserved
#707
ceritagay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines