Small Things, Soft Hearts

Small Things, Soft Hearts

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 29, 2026
Aruna tidak pernah menganggap dirinya istimewa. Ia hanya seorang gadis biasa yang hidupnya berjalan lurus-lurus saja. Bangun pagi dengan alarm yang sering ia tunda, berangkat kuliah sambil mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang, lalu pulang dengan kepala penuh hal-hal kecil yang jarang ia ceritakan kepada siapapun. Ia tidak pernah mengejar cinta. Bukan karena tidak percaya, tetapi karena terlalu sering melihatnya datang dengan ribut dan pergi dengan luka. Aruna lebih suka ketenangan. Kezar pun hidup dengan cara yang hampir sama, meski alasannya berbeda. Ia terbiasa sendiri. Terbiasa mengamati tanpa ikut campur. Baginya, diam adalah cara yang paling aman untuk tidak menyakiti siapa pun termasuk dirinya sendiri. Ia tidak mencari siapa pun. Tidak menunggu siapa pun. Maka saat hidup mempertemukan mereka berdua, tidak ada yang menyangka bahwa dua orang yang sama-sama tidak berniat apa-apa.... Justru akan saling menetap. Bukan lewat kejadian besar. Melainkan lewat hal-hal kecil yang nyaris tak terdengar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • SECOND TASTE
  • Almost Married (END)
  • R É G A L I S [REVISI]
  • NINGRUM
  • Where They All Look At [ END ]
  • Hot girl
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Imperfect Señorita
  • Kesayangan Mas Juragan!

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines