Arfi tumbuh dalam kebohongan. Sejak kecil, ia belajar bahwa untuk diakui, ia harus patuh-mengikuti apa pun yang ditentukan orang-orang di sekitarnya. Diam menjadi caranya bertahan, dan mengalah adalah bentuk cintanya. Ketika tubuhnya yang sakit dianggap berguna bagi orang lain, Arfi tidak menolak. Jika hidupnya tak pernah benar-benar menjadi miliknya, setidaknya ia ingin berarti. Bahkan jika itu berarti menyerahkan tubuhnya sendiri.
Más detalles