Solace✓

Solace✓

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 13, 2026
Larasati Weningrum - Ayas sedang tidak baik-baik saja. Skripsi macet, dompet tipis, klien desain menghilang dalam sekejap. Solusinya? Bukan meditasi. Bukan juga resign dari kehidupan (eh??). Tapi membuka jasa pendamping acara agar ia bisa bertahan hidup. Ketika sahabatnya membawa ide "jasa pendamping acara untuk pria-pria yang tidak ingin terlihat sendirian" dengan jelas ia menganggap itu lucu dan tidak masuk akal. Namun demi bertahan hidup, Ayas menyetujui dengan sadar. Awalnya hanya tentang uang dan bertahan. Sampai semuanya rumit saat ia bertemu seorang Pria yang tenang, tidak banyak bicara, namun entah bagaimana selalu mampu mengurai semua kekacauan menjadi lebih sederhana dan tidak membuatnya merasa gagal. Kadang hidup memang berantakan. Tapi mungkin... tidak harus dijalani sendirian. SOLACE berasal dari bahasa latin artinya adalah penghiburan/ketenangan. ♡♡♡ Cover : Pinterest Karya fiksi originalitas penulis Dilarang Copy Paste atau mencuri ide penulis! Copyright© 2026 oleh alen.nd
All Rights Reserved
#15
partner
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Gamaphobia
  • PUPUS (Novela)
  • One Day We Had
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • Adira
  • Cendala Kasmaran

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines