Pretend relationship
Dunia Zeyn adalah dunia yang penuh dengan presisi. Setiap pagi, ia terjaga oleh alarm yang sinkron dengan jadwal rapatnya. Di kantor, ia berkutat dengan angka-angka di layar monitor, mengaudit laporan laba rugi, atau meninjau cetak biru (blueprint) gedung dengan penggaris skala. Baginya, hidup adalah tentang struktur yang kokoh dan efisiensi.
Sebaliknya, Vania menjalani pagi yang jauh lebih dinamis. Dunianya tidak diatur oleh angka, melainkan oleh emosi. Di tempatnya mengabdi, ia sering kali harus berlutut di lantai yang penuh noda krayon, mencoba memahami mengapa seorang balita menangis hanya karena krayon yang patah. Vania tidak mencari efisiensi; ia mencari koneksi. Jika Zeyn menghabiskan hari untuk memastikan fondasi beton tidak retak, Vania menghabiskan harinya untuk memastikan hati seorang anak tidak patah.
Zeyn melihat masa depan sebagai deretan proyek prestisius, ia ingin dikenal karena gedung-gedung yang ia rancang mampu mengubah cakrawala kota. Ia percaya bahwa kekuatan sebuah bangsa terlihat dari kemegahan infrastrukturnya.
Namun, bagi Vania, infrastruktur hanyalah wadah kosong tanpa jiwa di dalamnya. Visi masa depannya adalah membangun sebuah Taman Kanak-Kanak. Ia tidak peduli apakah gedungnya menggunakan marmer mahal, asalkan di dalamnya ada ruang untuk imajinasi yang bebas. Vania sering merenung bahwa saat Zeyn membangun "hunian" untuk manusia tinggal, ia justru sedang membangun "manusia" yang nantinya akan menempati hunian tersebut.
Rindu. Kata itu selalu datang lagi dan lagi, membuat Putri terus berada dalam dilema besar. Pesona seorang Arjuna memang sulit ditolak, bahkan ketika gadis itu memutuskan untuk menjauh dari hubungan cinta yang belum halal, rasa rindu tidak pernah absen dari hari-harinya.
Perjalanan hijrah memang tak pernah mudah. Itulah yang Putri rasakan ketika dirinya memutuskan untuk menjauh dari Arjuna. Lalu ketika dirinya sudah mengambil jalan yang lebih diridhai, untuk tidak berpacaran sebelum menikah, godaan itu kembali datang. Dua pemuda tampan yang selalu diperebutkan gadis-gadis seolah memperebutkan dirinya.
Jodoh tidak akan pernah tertukar, kalau memang berjodoh mereka pasti akan kembali dipertemukan dengan jalan yang lebih indah. Hanya itu satu-satunya kalimat panjang yang berusaha diyakini Putri.
Tetapi, akankah jodoh yang Allah pilihkan adalah dia yang Putri harapkan?
(Republish)