We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bro To Babe

Bro To Babe

  • WpView
    Reads 38,338
  • WpVote
    Votes 1,929
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Rigel Arkana, kapten futsal yang hobi balapan liar, nggak pernah nyangka hidupnya bakal hancur-atau justru "diperbaiki"-cuma gara-gara kalah taruhan PS. Hukumannya simpel: Nemenin Algibran Mahesa, sahabatnya yang tajir melintir, ke kondangan sepupunya. Masalahnya, Al nggak butuh temen cowok. Al butuh gandengan cewek. Satu malam menjadi "Rere" seharusnya cukup. Tapi kenapa setelah malam itu, Al malah makin posesif? Kenapa seragam celana Rigel tiba-tiba diganti jadi rok span? Kenapa tubuh Rigel mulai bereaksi aneh setiap kali Al nyentuh tengkuknya? Dan yang paling horor... kenapa Rigel mulai menikmati saat dipanggil "Cantik"? "Lo itu masterpiece gue, Gel. Dan gue nggak suka masterpiece gue disentuh orang lain."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Pinky Boy
  • PROYEK SATU TAHUN
  • After the Fall
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Trouble Maker[END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Target Si Supir [END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines