Shazia pikir setelah pergi sejauh mungkin akan membuat hidupnya tenang. Namun, seakan belum puas takdir kembali menamparnya. Kata "Sah" dari saksi mengunci status Shazia sebagai istri Alwyn. Dada Shazia bener-bener sesak oleh rasa panik karena dia sudah menolak lamaran itu sebelumnya, namun tidak ada yang mendengarkan. Ketakutan akan masa depan yang dikekang membuat Shazia nekat. Tanpa sempat mengganti baju, dia mengangkat ujung gaun pengantin putihnya yang panjang, lalu menyelinap keluar melalui pagar belakang. Tanpa memedulikan ronce melati yang berantakan dan gaun mewahnya yang tersangkut tanaman, Shazia berlari sekencang mungkin menembus pepohonan. Dia memilih kabur membawa pergi kebebasannya, meninggalkan Alwyn dalam kehancuran serta rasa malu yang mendalam tepat setelah akad selesai.
More details